AESENNEWS.COM, BOVEN DIGOEL, PAPUA SELATAN — Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di wilayah Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Kebakaran tersebut mengakibatkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan warga dan dilaporkan turut mengganggu transportasi udara di sejumlah wilayah.
Di tengah situasi tersebut, umat beriman diajak untuk bersatu dalam doa bagi Papua Selatan, khususnya Boven Digoel, Merauke, dan daerah sekitarnya, agar masyarakat mendapat perlindungan serta kondisi lingkungan segera pulih.
Permohonan dukungan doa ini disampaikan oleh Ivone Anggawen (Ibu Ivon), yang menyaksikan langsung kebakaran ketika melintasi Jalan Trans Papua yang menghubungkan Boven Digoel dan Merauke. Keprihatinan atas kondisi tersebut mendorongnya menghubungi Gembala Vonny dari GPF KYB (Gereja Pemulihan Firman Keluarga Yang Berdoa), Jakarta, untuk meminta dukungan doa bagi masyarakat Papua Selatan.
Ibu Ivon merupakan bagian dari GPF Kehilat Jemaat Menorah, Keluarga yang Berdoa, di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, yang digembalakan oleh Octavianus Tony.
Kebakaran Terjadi di Sejumlah Titik
Menurut keterangan Ibu Ivon, kebakaran tidak terjadi di seluruh wilayah, melainkan di beberapa titik di Merauke dan Boven Digoel. Meski demikian, situasi tersebut cukup mengkhawatirkan karena asap dari kebakaran hutan dan lahan, termasuk lahan perkebunan kelapa sawit, berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dilaporkan menyebabkan gangguan pernapasan, termasuk sesak napas, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Ibu Ivon menuturkan bahwa dirinya melihat langsung kondisi kebakaran di sepanjang Jalan Trans Papua. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk segera menyampaikan situasi yang terjadi sekaligus meminta dukungan doa dari saudara-saudara seiman.
Kebakaran Kembali Terjadi, Penyebab Belum Diketahui
Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Menurut Ibu Ivon, sejumlah kemungkinan sempat menjadi dugaan, antara lain pembakaran rumput ketika membersihkan lahan yang tidak dipadamkan sepenuhnya, puntung rokok, maupun kondisi cuaca panas.
Namun, semua kemungkinan tersebut masih berupa dugaan dan belum terkonfirmasi sebagai penyebab kebakaran.
Ibu Ivon juga menyampaikan bahwa setelah kejadian kebakaran sebelumnya, pemerintah daerah Boven Digoel telah menetapkan situasi tersebut sebagai bencana.
Pada Senin pagi (12/10/2026), ia kembali menerima informasi dari saudara seiman di Boven Digoel mengenai terjadinya kebakaran di salah satu distrik yang berdekatan dengan pusat kabupaten.
Informasi mengenai kebakaran yang kembali terjadi ini menambah keprihatinan terhadap kondisi di wilayah tersebut. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Transportasi Udara Dilaporkan Terganggu
Dampak kebakaran juga dilaporkan memengaruhi aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Papua.
Menurut informasi yang disampaikan Ibu Ivon, pesawat Trigana dan pesawat jenis Caravan tidak dapat masuk ke Boven Digoel, Mappi, Asmat, bahkan hingga wilayah Pegunungan Bintang, termasuk Oksibil.
Gangguan tersebut menjadi perhatian karena transportasi udara merupakan salah satu sarana penting yang menghubungkan berbagai daerah di Papua, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
Meski demikian, penyebab spesifik gangguan penerbangan di masing-masing wilayah masih perlu dikonfirmasi kepada pihak maskapai atau otoritas penerbangan setempat.
Umat Beriman Diajak Bersatu dalam Doa
Melalui permohonan yang disampaikan kepada Gembala Vonny, Ibu Ivon berharap semakin banyak saudara seiman yang turut menopang Papua Selatan dalam doa.
Ajakan ini menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas umat beriman terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.
Doa dipanjatkan agar kebakaran segera dapat diatasi, kabut asap berangsur menghilang, serta masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan memperoleh pertolongan. Dukungan doa juga diharapkan bagi para petugas yang menangani kebakaran agar diberikan kekuatan, hikmat, dan perlindungan dalam menjalankan tugas.
Selain itu, pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan memperoleh hikmat dalam mengambil langkah-langkah penanganan yang tepat, melindungi masyarakat, serta memulihkan kondisi lingkungan di wilayah terdampak.
Permohonan doa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh jarak dan wilayah. Ketika saudara-saudara di suatu daerah menghadapi kesulitan, umat beriman dapat mengambil bagian dengan menunjukkan solidaritas, memberikan dukungan, dan menaikkan doa bersama.
Kiranya Elohim melimpahkan kemurahan dan belas kasihan-Nya atas Papua Selatan. Biarlah Boven Digoel, Merauke, dan seluruh wilayah yang terdampak mendapat perlindungan, kebakaran segera teratasi, kabut asap berangsur menghilang, serta masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan tenteram.
(rt / rgy)
