-->

popunder

no-style

KETIKA TEMPAT MENDIDIK KEBAIKAN KEHILANGAN MARTABAT

Wednesday, October 21, 2026, 12:14:00 PM WIB Last Updated 2026-10-21T05:14:44Z
AESENNEWS.COM, BANDUNG Lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi setiap orang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan. Di sana, ilmu pengetahuan diajarkan, karakter dibentuk, dan nilai-nilai moral ditanamkan. Para pendidik dipercaya bukan hanya karena pengetahuan yang mereka miliki, tetapi juga karena keteladanan yang mereka tunjukkan.

Namun, bagaimana jika tempat yang seharusnya memberikan rasa aman justru menjadi tempat munculnya ketakutan? Bagaimana jika mereka yang seharusnya mengajarkan kebaikan malah diduga melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral?

Dugaan pelecehan seksual di dua perguruan tinggi di Bandung, sebagaimana diberitakan (PR, 15/10/2026), menjadi pengingat bahwa gelar akademik dan kedudukan sebagai pendidik tidak dengan sendirinya menjamin keluhuran karakter. Kasus-kasus tersebut masih dalam proses penanganan, sehingga kebenarannya harus diperiksa secara objektif. Namun, setiap laporan yang menyangkut keselamatan dan martabat mahasiswa harus ditanggapi dengan serius.

Seorang pendidik bukan sekadar penyampai ilmu, melainkan juga teladan dalam sikap dan perilaku. Mahasiswa datang ke kampus untuk belajar, bukan untuk menghadapi perlakuan yang merendahkan martabat mereka. Ketika kepercayaan disalahgunakan, yang terluka bukan hanya korban, tetapi juga kehormatan dunia pendidikan.

Pendidikan sejati tidak hanya berbicara tentang kecerdasan, prestasi, dan gelar akademik. Pendidikan juga menyangkut integritas, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, serta keberanian untuk melakukan hal yang benar. Pengetahuan tanpa integritas kehilangan maknanya, sedangkan jabatan tanpa tanggung jawab dapat menjadi sarana penyalahgunaan kepercayaan.

Karena itu, lembaga pendidikan harus berani melindungi korban, menyediakan pendampingan, menindaklanjuti laporan secara adil, dan menjatuhkan sanksi yang sesuai apabila pelanggaran terbukti. Nama baik institusi tidak boleh dijadikan alasan untuk membungkam mereka yang mencari keadilan. Sebaliknya, keberanian mengakui masalah dan memperbaikinya merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebuah lembaga pendidikan.

Pendidikan sejati bukan sekadar mencetak orang berilmu, melainkan membentuk manusia yang berintegritas dan menghormati martabat sesamanya. Sebab, ketika seseorang yang dipercaya mendidik justru merendahkan mereka yang berada dalam tanggung jawabnya, yang dipertaruhkan bukan hanya kehormatan pribadi, tetapi juga nilai-nilai luhur pendidikan itu sendiri.
Reporter : rt / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • KETIKA TEMPAT MENDIDIK KEBAIKAN KEHILANGAN MARTABAT
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x