-->

popunder

no-style

Konser Doa untuk Bangsa di TMII: Bunda Iin Sampaikan Firman, Serukan Indonesia Bangkit dan Menjadi Terang

Monday, October 12, 2026, 12:32:00 AM WIB Last Updated 2026-10-11T17:32:29Z
AESENNEWS.COM, JAKARTA — Doa, pujian, penyembahan, dan pemberitaan firman Tuhan mewarnai kegiatan Konser Doa untuk Bangsa dan Negara Indonesia bertema “Bersama dalam Doa untuk Indonesia yang Lebih Baik” di kawasan Museum Keprajuritan Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 05.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut mengangkat pesan tentang persatuan, pengharapan, pemulihan, dan tanggung jawab iman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Doa dipanjatkan bagi Indonesia agar senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan, dengan harapan para pemimpin diberikan kebijaksanaan, masyarakat hidup dalam kedamaian, serta seluruh elemen bangsa terus menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.

Pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan ini ialah panggilan untuk bangkit dan menjadi terang bagi sesama, sebagaimana tertulis dalam Yesaya 60:1.

Yesaya 60:1: Panggilan untuk Bangkit dan Menjadi Terang

Firman Tuhan dalam Yesaya 60:1 berbunyi:

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa umat Tuhan dipanggil untuk tidak tinggal dalam ketakutan dan keputusasaan, tetapi bangkit membawa terang melalui iman, kasih, kebenaran, dan perbuatan baik.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, menjadi terang tidak cukup hanya diucapkan melalui doa dan pujian. Pesan itu perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga kejujuran, memperjuangkan keadilan, menolong sesama, serta menghormati perbedaan suku, budaya, bahasa, dan keyakinan.

Indonesia merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang beragam. Karena itu, pengharapan akan masa depan yang lebih baik perlu berjalan seiring dengan komitmen menjaga persatuan, kedamaian, dan tanggung jawab sosial.

Doa menjadi ruang untuk menyampaikan harapan kepada Tuhan, sedangkan tindakan nyata menjadi wujud kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.

Lydia Paeli: Doa Menjangkau 38 Provinsi di Indonesia

Dalam salah satu rangkaian doa yang disampaikan Lydia Paeli, perhatian diarahkan kepada seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya kepada kelompok atau wilayah tertentu.

Ungkapan, “Kami mewakili bangsa ini,” menjadi bagian dari doa yang menyuarakan harapan agar terang Tuhan menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.

Penyebutan 38 provinsi menggambarkan luasnya cakupan doa bagi bangsa, meliputi masyarakat dari berbagai daerah dengan latar belakang dan tantangan masing-masing.

Doa tersebut membawa harapan agar Indonesia mengalami kedamaian, persatuan, pemulihan, serta kehidupan yang semakin baik. Doa juga ditujukan kepada mereka yang mengikuti kegiatan melalui siaran daring, dengan ajakan untuk tetap beriman, berpengharapan, dan membawa pergumulan bangsa dalam doa bersama.

Pesan yang disampaikan menegaskan bahwa kepedulian terhadap Indonesia tidak dibatasi oleh wilayah. Setiap masyarakat memiliki peran dalam menjaga persaudaraan dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Bunda Iin Sampaikan Khotbah, Joshua Christian Turut Menjelaskan Firman

Dalam rangkaian pemberitaan firman Tuhan, Iin Tjipto Purnomo, yang dikenal sebagai Bunda Iin atau Ci Iin, menyampaikan khotbah. Ia dikenal sebagai seorang evangelis dan tokoh pelayanan Kristen di Indonesia.

Joshua Christian, putra Bunda Iin, turut mengambil bagian dengan menjelaskan pesan firman Tuhan kepada peserta.

Salah satu bagian Alkitab yang menjadi rujukan ialah Keluaran 14:13–16. Bagian ini mengisahkan bagaimana Musa menguatkan bangsa Israel agar tidak takut ketika menghadapi situasi sulit. Musa mengajak mereka untuk tetap teguh dan melihat keselamatan dari Tuhan, kemudian menerima perintah untuk mengangkat tongkatnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi umat agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan. Ketika jalan di depan tampak sulit, iman menguatkan seseorang untuk tetap berharap kepada Tuhan, mengambil langkah dengan keberanian, dan menjalankan tanggung jawabnya.

Jika Yesaya 60:1 menyerukan umat untuk bangkit dan menjadi terang, Keluaran 14:13–16 mengajarkan keteguhan ketika menghadapi tantangan. Kedua bagian firman tersebut membawa pesan tentang pengharapan, keberanian, dan kesediaan untuk terus melangkah.

Dalam kehidupan berbangsa, nilai-nilai itu dapat diwujudkan melalui sikap yang bijaksana, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen untuk tidak menyerah dalam mengupayakan kebaikan bersama.

Leo David Paisa dan Obaja Reinhart Pimpin Pujian dan Penyembahan

Suasana kegiatan turut diwarnai pujian dan penyembahan yang dipandu oleh Leo David Paisa dan Obaja Reinhart. Keduanya merupakan nama yang kerap tampil memimpin pujian atau menjadi worship leader (WL) dalam kegiatan tersebut.

Peserta diajak berdiri, mengangkat tangan, dan memberikan yang terbaik kepada Tuhan melalui pujian serta penyembahan. Keterlibatan peserta menjadi bagian dari kebersamaan dalam mengekspresikan iman dan pengharapan bagi Indonesia.

Sementara itu, Ibu Eunike mengambil bagian dalam pelayanan tari yang turut mewarnai rangkaian acara.

Kehadiran pelayanan pujian, penyembahan, pemberitaan firman, dan tari memperlihatkan beragam bentuk keterlibatan dalam kegiatan rohani tersebut.

Dalam salah satu sesi, peserta juga diajak mengambil balon dan memecahkannya secara bersama-sama setelah hitungan ketiga. Makna khusus dari aktivitas tersebut tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia sehingga tidak ditafsirkan lebih jauh dalam pemberitaan ini.

Doa bagi Kesembuhan, Kedamaian, dan Pemulihan Bangsa

Dalam rangkaian doa, turut disampaikan harapan mengenai gerbang kehidupan, gerbang kesembuhan, gerbang kedamaian, gerbang kelimpahan, serta berbagai hal baik bagi masyarakat Indonesia.

Doa tersebut disampaikan dalam tradisi iman Kristen dengan menyebut nama Yeshua HaMashiach, Ruach HaKodesh, Papa Yahweh, dan Tuhan Yesus.

Inti pesannya adalah pengharapan agar bangsa Indonesia mengalami pemulihan, kedamaian, dan kehidupan yang semakin baik. Harapan itu mencakup kehidupan masyarakat, keluarga, lingkungan sosial, serta masa depan bangsa.

Namun, membangun kehidupan yang lebih baik juga membutuhkan tanggung jawab manusia. Kasih perlu diwujudkan melalui kepedulian, kejujuran, kesediaan menolong mereka yang membutuhkan, serta komitmen memperlakukan sesama dengan hormat.

Dengan demikian, doa bukan hanya menjadi ungkapan harapan, melainkan juga pengingat untuk menjalani kehidupan yang membawa manfaat bagi orang lain.

Doa Harus Berjalan Bersama Tindakan Nyata

Konser Doa untuk Bangsa dan Negara Indonesia mengangkat pesan bahwa membangun bangsa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dengan kualitas moral, integritas, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Doa bagi para pemimpin diharapkan disertai harapan agar mereka menjalankan amanah dengan bijaksana, adil, dan bertanggung jawab. Sementara itu, masyarakat diajak menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagi umat Kristen, panggilan untuk menjadi terang berarti menghadirkan kesaksian melalui perkataan dan perbuatan. Iman tidak berhenti pada kata-kata, tetapi terlihat dalam sikap yang jujur, kasih yang nyata, dan keberanian untuk melakukan kebenaran.

Dalam kehidupan kebangsaan, semangat tersebut dapat menjadi dorongan untuk memperkuat persatuan tanpa menghapus perbedaan. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kenyataan yang perlu dijaga melalui sikap saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama.

Bangkit Menjadi Terang bagi Indonesia

Pesan “Bersama dalam Doa untuk Indonesia yang Lebih Baik” menegaskan pentingnya membangun harapan bersama bagi masa depan bangsa.

Melalui doa, pujian, penyembahan, dan pemberitaan firman Tuhan, peserta diajak memperbarui pengharapan serta mengingat kembali tanggung jawab untuk membawa kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Yesaya 60:1 menjadi pengingat bahwa panggilan untuk bangkit dan menjadi terang perlu tercermin dalam tindakan nyata. Terang itu dapat hadir melalui perkataan yang membangun, tindakan yang adil, kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, serta kesetiaan menjaga kebenaran dan persaudaraan.

Indonesia membutuhkan masyarakat yang tidak hanya berharap pada perubahan, tetapi juga bersedia mengambil bagian dalam mewujudkannya. Doa, kerja nyata, integritas, dan kepedulian sosial dapat berjalan bersama sebagai bagian dari tanggung jawab membangun bangsa.

Bangkitlah dan menjadi terang bagi Indonesia. Bersatu dalam doa, bergerak dalam kasih, dan berkarya demi Indonesia yang lebih baik.

Suwidodo | Indonesiasatu928.com — Mengabarkan Fakta, Mengawal Kebenaran. ( Cristin)
Komentar

Tampilkan

  • Konser Doa untuk Bangsa di TMII: Bunda Iin Sampaikan Firman, Serukan Indonesia Bangkit dan Menjadi Terang
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x