-->

popunder

no-style

PEWARNA Kalteng Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Pendidikan Digital Menuju Generasi Emas 2045

Saturday, October 24, 2026, 12:43:00 PM WIB Last Updated 2026-10-24T05:43:57Z
AESENNEWS.COM, PALANGKA RAYA — Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar penyediaan perangkat dan jaringan internet. Literasi digital, pendampingan, serta pembentukan karakter generasi muda juga menjadi faktor penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Persoalan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam talkshow bertema Transformasi Digital Pendidikan Kalimantan Tengah untuk Mempersiapkan Generasi Emas 2045 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA INDONESIA) Pengurus Daerah Kalimantan Tengah, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Berkah, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) V PEWARNA INDONESIA PD Kalimantan Tengah.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN), pelajar SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Palangka Raya, serta masyarakat umum. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai peran teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Digitalisasi Pendidikan Membutuhkan Dukungan Bersama

Ketua I Pengurus Pusat PEWARNA INDONESIA, Dr. Antonius Natan, hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, Antonius menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan perlu menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan media massa.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar pemanfaatan teknologi pendidikan tidak hanya dinikmati oleh peserta didik di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses.

“Program digitalisasi pendidikan ini perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kalteng,” tegas Antonius.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat persatuan masyarakat Dayak yang tercermin dalam sejarah Deklarasi Tumbang Anoi. Nilai kebersamaan tersebut, menurutnya, dapat menjadi inspirasi untuk membangun komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Kalimantan Tengah.

Antonius pun menyerukan, “Dayak bersatu untuk kemajuan pendidikan di Kalimantan Tengah.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, bukan hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.

Teknologi Perlu Diimbangi Literasi dan Pengawasan

Pembahasan mengenai digitalisasi pendidikan juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi secara aman dan bertanggung jawab, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Pembina PEWARNA INDONESIA, Dr. Guntur Talajan, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, mulai dari mempermudah komunikasi hingga membuka akses yang lebih luas terhadap informasi dan pengetahuan.

“Teknologi sangat bagus menghubungkan satu dengan yang lain. Jarak menjadi tidak masalah untuk bisa berkomunikasi dan mencari informasi,” jelasnya.

Meski demikian, Guntur menilai kemudahan akses digital harus disertai pengawasan dan pendampingan. Internet tidak hanya menyediakan bahan pembelajaran yang bermanfaat, tetapi juga membuka kemungkinan peserta didik terpapar konten negatif, termasuk pornografi.

Karena itu, keterlibatan orang tua dan guru menjadi penting untuk membimbing anak dalam menggunakan teknologi sesuai kebutuhan dan tahap perkembangannya.

Transformasi digital di sekolah, menurut pesan yang disampaikannya, perlu berjalan seiring dengan pendidikan karakter, penguatan etika bermedia, serta kemampuan memilah informasi. Dengan demikian, teknologi benar-benar menjadi sarana pembelajaran yang mendukung perkembangan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Diwakili Kepala BTIKP

Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. M. Reza Prabowo, tercatat sebagai narasumber utama. Namun, ia diwakili oleh Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Kalimantan Tengah, Purwo Janjoko.

Diskusi juga melibatkan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai pemanggap.

Kehadiran unsur pemerintah dan lembaga penyiaran memberikan ruang untuk membahas transformasi digital pendidikan dari sudut pandang yang beragam. Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya komunikasi dan pertukaran gagasan antara pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Keterlibatan mahasiswa dan pelajar dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi bukan semata-mata sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai media belajar, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kompetensi.

PEWARNA Dorong Wartawan Hadir Melalui Aksi Nyata

Bagi PEWARNA INDONESIA PD Kalimantan Tengah, talkshow tersebut tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga bentuk kontribusi organisasi kewartawanan dalam mendukung pembangunan daerah.

Ketua PEWARNA INDONESIA PD Kalimantan Tengah, Frida, menyampaikan bahwa wartawan memiliki ruang pengabdian yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan berita. Insan pers juga dapat mengambil bagian melalui kegiatan edukatif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Wartawan tidak hanya membuat berita, tetapi juga harus berbuat aksi nyata untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PEWARNA INDONESIA berupaya mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam pembahasan mengenai tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

Penyelenggaraan talkshow mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pihak yang bermitra dengan PEWARNA INDONESIA.

Suasana kegiatan turut dimeriahkan dengan persembahan tarian Dadas oleh Sanggar Tari Kahanjak Huang, yang menghadirkan kekayaan seni dan budaya lokal dalam rangkaian acara.

Melalui media, Frida juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi yang tidak berhenti pada komunikasi dan wacana, tetapi diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kolaborasi dalam melakukan aksi dan memberi manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Membangun Generasi yang Cakap Digital dan Berkarakter

Menuju Indonesia Emas 2045, transformasi digital pendidikan di Kalimantan Tengah masih membutuhkan sejumlah upaya berkelanjutan. Pemerataan infrastruktur teknologi, peningkatan kemampuan tenaga pendidik, penyediaan materi pembelajaran berkualitas, dan pendampingan penggunaan internet menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari tersedianya perangkat teknologi di sekolah. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana teknologi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kesempatan memperoleh pengetahuan, serta membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Talkshow yang berakhir pada pukul 12.00 WIB ini menjadi salah satu agenda Rakerda V PEWARNA INDONESIA PD Kalimantan Tengah sekaligus wujud keterlibatan organisasi dalam mendukung pembangunan melalui edukasi dan literasi digital.

PEWARNA INDONESIA PD Kalimantan Tengah berharap kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, insan pers, keluarga, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda Kalimantan Tengah yang cerdas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap mengambil bagian dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.
(Endharmoko - rt/rgy)
Komentar

Tampilkan

  • PEWARNA Kalteng Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Pendidikan Digital Menuju Generasi Emas 2045
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x