AESENNEWS.COM-MAJALENGKA
Sebanyak lima mahasiswi yang menjadi korban tindakan tak terpuji ARM (23) ,mahasiswi yang merekam mereka ketika sedang mandi mendapat pendampingan.
Pendampingan pada mereka dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan psikolog minta DP3AKB dan mitra unit PPA Polres atas permintaan pihak universitas.
Wakil Rektor I Universitas Majalengka (Unma) Diding Bajuri mengatakan pihaknya telah berkerja sama dengan DP3AKB Majalengka untuk melakukan pendampingan terhadap psikis korban.
Korban juga telah menerima pendampingan dari psikolog yang merupakan mitra DP3AKB.
"Surat resmi permohonan bantuan pendampingan sudah dikirim ke DP3AKB sesuai hasil ratas Rektor Unma dengan pihak DP3AKB didampingi psikolog mitra.
Sepengetahuan kami pendampingan trauma healing sudah berjalan dan ditangan psikolog "ujar Diding kepada media Rabu, 23/2/2022.
ARM mahasiswa yang merekam dan menjual video mahasiswi sedang mandi dikabarkan sudah di-drop out(DO) dari kampusnya.
Seperti diketahui, kelakuan pemuda ARM merekam lima temannya yang sedang mandi lalu menyebarkannya videonya ke media sosial berakhir penjara(*) Fery


