AESENNEWS.COM, Program makan gratis yang telah di gulirkan pemerintah saat ini sudah berjalan dan harus dilaksanakan sesuai aturan yang telah ditentukan baik mutu,harga , keamanan serta kesehatan yang telah terjamin ,Namun dari beberapa AITEM tersebut ada penyajian menu yang patut dipertanyakan di Sppg Desa Kubangkondang Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.Kamis (02-04-2026)
Dan hal dugaan yang patut dipertanyakan terkait menu MBG hari ini ,Kamis 02-04-2026 yang di distribusikan ke anak sekolah yang ada di SDN Kubangkondang ,berupa- Nasi putih,sayuran kacang buncis buncis,Tahu,Telor dan pisang satu buah "Pertanyaan dari wali murid yang enggan disebutkan namanya ,sudah sesuai kah dengan mutu dan harga yang seharus nya ?
Terkait dugaan itu pun dikomentari oleh Wakil Ketua DPC ,Ahmad Khotib ,SE. Distribusi Menu MBG di Cisata Dipertanyakan, Laporan Masyarakat Soroti Nilai Paket dan Pola Penyaluran ya betul keluhan tersebut diterima dari masyarakat dan menyebutkan bahwa menu makanan yang diterima peserta didik diduga tidak sesuai dengan standar anggaran yang telah ditetapkan dalam program pemenuhan gizi tersebut.
“Berdasarkan informasi dari masyarakat, nilai paket menu MBG yang diterima siswa diduga berada di bawah standar harga yang di tentukan Rp .10 .000.- dalam satu Porsi paket nya /Per siswa
Padahal mengingat untuk program MBG sendiri memiliki rincian anggaran tertentu untuk setiap penerima manfaat,seperti untuk siswa tingkat TK,SD ,SMP ,SLTA serta ibu menyusui, total alokasi dana disebut sebesar Rp15.000 per porsi, yang terdiri dari Rp10.000 untuk bahan baku makanan seperti protein, karbohidrat, sayur, dan buah; Rp3.000 untuk biaya operasional seperti tenaga masak, listrik, air, gas, dan transportasi; serta Rp2.000 untuk pengelola dapur tegas nya.
Masih dilanjut Intinya kami dari DPC Bppkb mendukung penuh program MBG yang ada dipandeglang, cuma kalau melihat pelaksanaan dilapangan seperti ini, mungkin kami akan ambil langkah hukum dengan melaporkankannya ke satgas MBG kabupaten Pandeglang maupun tingkat nasional serta langkah hukum lainnya tutup nya ,Khotib "
Dengan naik nya dugaan ini awak media sudah upaya meminta hak jawab nya dari pihak dapur Sppg dan yayasan tersebut namun tidak ada komentarnya .
Reporter : Ab -Tim
