AESENNEWS.COM-JAKARTA-Meningkatnya penyebaran covid 19saatini telah membuat kita harus tetap waspada karena penularan yang tergolong cepat.Jadi jangan sampai lengai apalagi menganggap sepele dengan tidak mematuhi peraturan Prokes.Saling mengingatkan sesama warga terutama saat dalam perjalanan di kendaraan umum.Pastikan anda membasuh dan membilas kedua telapak tangan dan jari jemari dengan baik dan tuntas.
DicomuterLine atas kereta listrik yat beroperasi di jakarta,Polsuska berpatroli disetiap gerbong dan tidak segan menegur jika ada pengguna kereta yang bercakap cakap sesama pengguna.Mengingat penularan rentan lewat udara pernafasan.Ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid walaupun ketika masuk area harus scan Peduli Lindungi terlebih dahulu.
Lonjakan pasien terpantau naik dan beberapa rumah sakit siaga untuk mengantisipasi mengingat Wisma atlet Kemayoran sebagai tujuan perawatan mulai mengalami peningkatan pasien COVID-19.
Perlu diketahui sampai Selasa kemarin tercatat 80.162 pasien terdata.
17.221 pasien dirawat di rumah sakit dan
62.941 menjalani isolasi mandiri.Efek peningkatan ini mengakibatkan naiknya level PPKM di jakarta dari level 2menjdi level 3.
Berbagai upaya terus menerus dilakukan semisal adanya WFH,penyekat an pada beberapa jalan setelah jam 24.00 ,dan juga ada Sekolah yang melakukan PJJ(pembelajaran jarak jauh).
Jika itu ditemukan kasus warga sekolah terpapar covid makan Sekolah ditutup dulu guna menghindari klaster sekolah.
Pulogebang Jakarta timur,sebagai salah satu daerah yang warga nya banyak terpapar terus berupaya menekan peningkatan pasien dengan menggunakan dan menerapkan prokes di wilayahnya.
Mulai dari Terminal Terpadu Pulogebang hingga kawasan pemukiman.
Seperti yangterlihat hari ini (9/2)di seputaran pasar tradisional yang ada di Rt01 rw04,pulogebang diadakan razia bagi pelanggaran Prokes Covid.
Kelurahan menerjunkan Satpol PP guna membantu hal tersebut.Terlihat cukup banyak warga yang terjaring operasi masker.Mereka memilih sanksi menyapu kawasan setelah didata petugas agar tidak mengulangi pelanggaran.Dengan menggunakan rompi oranye para pelanggar menyapu diawasi Satpol PP tersebut.Ada hal yang lucu,2orang lelaki berbadan tegap sangar bertatto tak berkutik menghadapi operasi tersebut.
Keduanya memilih.menunggu operasi selesai dengan berlindung didepan warung penjahit.Ya keduanya ga pake masker.Ternyata masker covid lebih sakti daripada tattoo dan kesangarannya
Nanang ahmad nurjaya Jakarta


