AESENNEWS.COM, BOGOR, Ada kasih yang hanya bisa dipahami… kalau kita berhenti sejenak dan benar-benar merenung.
Kasih itu bukan sekadar kata.
Kasih itu adalah langkah.
Kasih itu adalah keputusan untuk turun.
Yeshua tidak hanya datang ke dunia—
Dia turun.
Turun dari kemuliaan yang tak terbatas,
ke dunia yang penuh dosa.
Dari takhta,
ke palungan.
Dari kemuliaan,
ke kehinaan.
Ia turun serendah itu.
Bukan hanya menjadi manusia,
tetapi menjadi manusia yang ditolak.
Dihina oleh ciptaan-Nya sendiri.
Dikhianati oleh orang terdekat.
Dituduh tanpa kesalahan.
Disiksa tanpa belas kasihan.
Dan puncaknya—
Ia mati di kayu salib.
Bagi dunia, itu kehinaan.
Bagi surga, itu kasih.
Dia tidak dipaksa.
Dia tidak terjebak keadaan.
Dia memilih semuanya.
Mengapa?
Karena Dia ingin mengangkat kita.
Kita yang jatuh dalam dosa.
Kita yang tidak mampu menyelamatkan diri.
Kita yang sering merasa tidak layak.
Dia turun ke titik terendah hidup manusia,
supaya kita tidak harus tinggal di sana selamanya.
Dia mengambil tempat kita,
supaya kita bisa mengambil bagian dalam hidup-Nya.
Itulah kasih yang tidak masuk akal—
kasih yang tidak menunggu kita berubah dulu,
tetapi kasih yang justru mengubah kita.
Sering kali kita masih hidup seolah-olah kita rendah,
seolah-olah kita tidak berharga,
seolah-olah kita masih terikat masa lalu.
Padahal, Dia sudah turun sedalam itu
untuk mengangkat kita setinggi itu.
Bukan hanya mengangkat kita dari dosa,
tetapi memberi kita identitas baru,
harapan baru,
dan hidup yang baru.
Renungan hari ini:
Jangan hidup dalam keadaan lama yang sama.
Jika Dia sudah turun begitu dalam untukmu,
mengapa kamu masih memilih hidup di bawah bayang-bayang masa lalu?
Bangkitlah.
Hiduplah sebagai orang yang sudah diangkat,
bukan lagi sebagai orang yang terjatuh.
Karena salib bukan hanya bukti bahwa kamu dikasihi—
tetapi juga bukti bahwa kamu berharga.(Rt -Rgy)
