-->

popunder

no-style

Kematian Bukanlah Titik, tapi Hanya Koma*

Thursday, April 2, 2026, 8:57:00 AM WIB Last Updated 2026-04-02T01:57:58Z
AESENNEWS.COM, BOGOR -Ada satu kenyataan yang tidak bisa kita hindari: semua yang hidup akan menghadapi kematian.
Namun yang sering kita lupakan adalah ini—kematian bukanlah akhir dari segalanya.

Banyak orang hidup dengan ketakutan akan kematian.
Takut kehilangan, takut berpisah, takut lenyap tanpa arti.
Akhirnya, hidup dijalani hanya untuk bertahan… bukan untuk benar-benar hidup.

Tetapi kisah Yeshua mengubah cara kita memandang semuanya.

Dia tidak hanya berbicara tentang kehidupan setelah mati.
Dia mengalaminya sendiri.

Yeshua mati—bukan karena kelemahan, tetapi karena kasih.
Dan ketika semua tampak selesai, ketika harapan seolah terkubur bersama tubuh-Nya,
sesuatu yang tak terbayangkan terjadi:

Ia bangkit.

Kebangkitan itu bukan sekadar mukjizat.
Itu adalah pernyataan:
bahwa kematian tidak punya kata terakhir.
bahwa kegelapan tidak bisa menahan terang.
bahwa harapan tidak pernah benar-benar mati.

Seringkali, dalam hidup kita, ada “kematian-kematian kecil”:

mimpi yang hancur

hubungan yang berakhir

hati yang terluka

iman yang terasa dingin

Kita merasa semuanya sudah selesai.

Namun kebangkitan Yeshua mengingatkan:
Tuhan ahli menghidupkan kembali apa yang kita anggap sudah mati.

Apa yang terkubur hari ini,
bisa menjadi awal kehidupan baru esok hari.

Kematian memang nyata,
tetapi kebangkitan juga nyata.

Dan bagi setiap orang yang percaya,
hidup ini bukan berjalan menuju akhir,
melainkan menuju kepenuhan hidup yang baru.

Jadi hari ini, mungkin ada bagian hidupmu yang terasa “mati”.
Jangan menyerah.

Karena bersama Dia,
akhir bukanlah akhir—
melainkan awal yang belum kamu lihat.(Rt-Rgy)
Komentar

Tampilkan

  • Kematian Bukanlah Titik, tapi Hanya Koma*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x