-->

popunder

no-style

Prodi Kuliah Tidak Bisa Dinilai Hanya dari Kebutuhan Industri Saat Ini*

Friday, May 15, 2026, 8:58:00 AM WIB Last Updated 2026-05-15T01:58:53Z
AESENNEWS.COM, BANDUNG- Wacana penghapusan program studi atau jurusan kuliah yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri memang memunculkan perdebatan. Di satu sisi, pemerintah tentu ingin dunia pendidikan lebih selaras dengan kebutuhan kerja dan perkembangan industri. Namun di sisi lain, kebijakan seperti ini tidak bisa diputuskan secara terburu-buru karena dampaknya sangat luas bagi masa depan pendidikan nasional.

Pernyataan Komisi X DPR RI yang meminta kajian mendalam patut diapresiasi. Pendidikan tinggi bukan sekadar “pabrik tenaga kerja” yang hanya mengikuti tren industri sesaat. Kampus juga memiliki fungsi membangun ilmu pengetahuan, kebudayaan, pemikiran kritis, hingga membentuk karakter dan peradaban bangsa.

Apa yang dianggap tidak relevan hari ini belum tentu tidak dibutuhkan di masa depan. Perkembangan dunia kerja dan industri sangat cepat berubah. Banyak pekerjaan yang dulu tidak dikenal kini justru menjadi kebutuhan utama, terutama sejak kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Karena itu, pemerintah memang tidak bisa dengan mudah menentukan jurusan mana yang dianggap “tidak berguna”. Bisa saja suatu bidang ilmu terlihat sepi peminat sekarang, tetapi justru menjadi penting beberapa tahun ke depan. Sejarah perkembangan teknologi dan industri telah berkali-kali membuktikan bahwa dunia berubah jauh lebih cepat daripada prediksi manusia.

Selain itu, tidak semua jurusan harus diukur hanya berdasarkan kebutuhan industri. Ada bidang-bidang ilmu yang berperan menjaga budaya, pendidikan, bahasa, seni, filsafat, sejarah, hingga nilai-nilai kemanusiaan. Jika semua hanya diukur dari kebutuhan pasar kerja, maka pendidikan bisa kehilangan makna dasarnya sebagai sarana membangun manusia yang utuh.

Yang lebih penting sebenarnya bukan menghapus jurusan, melainkan bagaimana perguruan tinggi mampu menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan zaman. Jurusan-jurusan lama pun tetap bisa relevan jika mampu beradaptasi, berinovasi, dan membuka keterampilan baru bagi mahasiswanya.

Karena itu, solusi terbaik bukan sekadar menutup prodi yang dianggap kurang relevan, tetapi memperkuat kualitas pendidikan agar lulusan memiliki kemampuan berpikir, beradaptasi, dan belajar menghadapi perubahan dunia yang terus bergerak. Sebab di era yang serba cepat seperti sekarang, kemampuan beradaptasi sering kali jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren industri sesaat.
(rt / rgy)
Komentar

Tampilkan

  • Prodi Kuliah Tidak Bisa Dinilai Hanya dari Kebutuhan Industri Saat Ini*
  • 0

Terkini

layang

.

Topik Populer

Iklan

Close x