AESENNEWS.COM, BANDUNG -Siapakah yang menjaga para penjaga?
Pertanyaan sederhana itu kembali mengemuka ketika masyarakat disuguhi berbagai pemberitaan tentang dugaan penyalahgunaan wewenang. Belum lama ini muncul kasus yang melibatkan oknum di sebuah lembaga penegak hukum, disusul pemberitaan serupa dari lembaga penegak hukum yang lainnya.
Terlepas dari proses hukum yang masih berjalan dan asas praduga tak bersalah yang harus tetap dihormati, rangkaian peristiwa tersebut mengingatkan kita akan sebuah kenyataan: tidak ada jabatan, profesi, atau lembaga yang kebal terhadap godaan.
Semakin besar kepercayaan yang diberikan kepada seseorang, semakin besar pula godaan yang mungkin dihadapinya. Di situlah integritas benar-benar diuji.
Sering kali kita mengira bahwa penyimpangan terjadi secara tiba-tiba. Padahal, semuanya biasanya berawal dari hal-hal yang tampak kecil. Sebuah kompromi yang dianggap sepele, sebuah kejujuran yang mulai ditawar, atau sebuah keputusan yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas amanah yang dipercayakan.
Karakter yang kuat tidak dibentuk ketika seseorang telah memiliki jabatan tinggi, tetapi jauh sebelumnya, melalui pilihan-pilihan kecil yang dilakukan setiap hari. Mereka yang terbiasa jujur dalam hal-hal kecil akan lebih siap menjaga kepercayaan ketika memegang tanggung jawab yang lebih besar.
Sesungguhnya, renungan ini bukan hanya ditujukan kepada mereka yang memegang jabatan penting. Setiap orang adalah penjaga atas sebuah kepercayaan. Ada yang dipercaya memimpin keluarga, mengelola usaha, mengajar, melayani masyarakat, bekerja di kantor, atau mengurus keuangan. Dalam bentuk yang berbeda-beda, kita semua sedang memegang sebuah amanah.
Karena itu, pertanyaan yang perlu kita ajukan bukanlah, "Mengapa mereka bisa jatuh?" Melainkan, "Apakah saya sedang menjaga integritas saya dengan sungguh-sungguh?"
Sebab sebelum seseorang jatuh karena tindakannya, biasanya ia terlebih dahulu jatuh dalam nilai-nilai yang dipegangnya.
*Marilah menjaga karakter sebelum mengejar kedudukan, memelihara integritas sebelum mencari keberhasilan, dan menghargai setiap kepercayaan yang diberikan kepada kita. Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya tentang setinggi apa jabatan yang pernah diraih, melainkan seberapa jujur, setia, dan bertanggung jawab kita menjalankan amanah yang dipercayakan. Ketika integritas tetap terpelihara, kepercayaan akan menjadi berkat, baik bagi diri sendiri maupun bagi banyak orang.*
(rt / rgy)
