AESENNEWS.COM, JAKARTA — Seruan untuk membangun Indonesia yang lebih baik melalui doa, iman, dan tindakan nyata menjadi pesan utama dalam kegiatan Konser Doa untuk Bangsa dan Negara Indonesia bertema “Bersama dalam Doa untuk Indonesia yang Lebih Baik”. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Museum Keprajuritan Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (10/10/2026), mulai pukul 05.00 WIB.
Acara tersebut diisi dengan doa bersama, pujian dan penyembahan, serta pemberitaan firman Tuhan. Para peserta diajak membawa pergumulan bangsa ke dalam doa sekaligus memperbarui komitmen untuk berkontribusi bagi kehidupan masyarakat yang lebih damai, bersatu, dan sejahtera.
Salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah panggilan untuk bangkit dan menjadi terang bagi sesama. Pesan tersebut merujuk pada Yesaya 60:1 yang berbunyi, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”
Ayat tersebut menjadi landasan refleksi mengenai pentingnya menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat. Menjadi terang tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata atau kegiatan rohani, tetapi juga melalui kejujuran, keadilan, kepedulian sosial, dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman Indonesia.
Bunda Iin dan Joshua Christian Sampaikan Pesan Firman Tuhan
Dalam sesi pemberitaan firman, Iin Tjipto Purnomo, yang dikenal sebagai Bunda Iin atau Ci Iin, menyampaikan khotbah kepada para peserta. Ia dikenal sebagai evangelis dan tokoh pelayanan Kristen di Indonesia.
Joshua Christian, putra Bunda Iin, turut mengambil bagian dengan menjelaskan pesan firman Tuhan yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Salah satu bagian Alkitab yang disoroti adalah Keluaran 14:13–16, yang menceritakan bagaimana Musa menguatkan bangsa Israel ketika menghadapi situasi yang menakutkan. Dalam kisah tersebut, bangsa Israel diingatkan agar tidak menyerah pada ketakutan, melainkan tetap teguh dan mengikuti arahan Tuhan.
Pesan ini mengajak umat untuk menghadapi kesulitan dengan keberanian dan pengharapan. Dalam kehidupan sehari-hari, nilai tersebut dapat diterapkan dengan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan, tetap berpegang pada kebenaran, serta berani mengambil langkah untuk melakukan hal-hal yang baik.
Jika Yesaya 60:1 menekankan panggilan untuk bangkit dan menjadi terang, Keluaran 14:13–16 memberikan gambaran tentang keteguhan dalam menghadapi tantangan. Kedua bagian firman tersebut menjadi pengingat bahwa pengharapan perlu disertai keberanian untuk melangkah.
Doa untuk Seluruh Wilayah Indonesia
Perhatian terhadap persatuan bangsa juga tampak dalam doa yang disampaikan Lydia Paeli. Dalam salah satu bagian doa, ia menggunakan ungkapan, “Kami mewakili bangsa ini,” sebagai bentuk penyampaian harapan bagi Indonesia secara menyeluruh.
Doa tersebut mencakup 38 provinsi di Indonesia, mencerminkan kerinduan agar masyarakat dari berbagai daerah dapat menikmati kehidupan yang lebih baik, dalam suasana damai dan persaudaraan.
Harapan juga disampaikan bagi mereka yang mengikuti kegiatan melalui siaran daring. Mereka diajak untuk tetap memelihara iman dan pengharapan serta turut mendoakan bangsa, tanpa dibatasi jarak maupun wilayah tempat tinggal.
Pesan yang disampaikan menegaskan bahwa kepedulian terhadap Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan latar belakang, budaya, bahasa, dan kondisi sosial tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun persatuan.
Pujian dan Penyembahan Warnai Rangkaian Acara
Suasana rohani dalam kegiatan tersebut turut dibangun melalui pujian dan penyembahan yang dipimpin Leo David Paisa dan Obaja Reinhart sebagai worship leader (WL).
Para peserta mengikuti pujian dengan berdiri, mengangkat tangan, dan mengekspresikan iman mereka melalui penyembahan. Rangkaian acara juga diisi dengan pelayanan tari oleh Ibu Eunike.
Beragam bentuk pelayanan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan peserta dalam kegiatan yang memadukan doa, musik, penyembahan, dan pemberitaan firman Tuhan.
Dalam salah satu sesi, peserta juga diajak mengambil balon dan memecahkannya secara bersama-sama setelah hitungan ketiga. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan secara khusus makna kegiatan tersebut.
Harapan bagi Pemulihan dan Kedamaian Indonesia
Selain mendoakan para pemimpin bangsa, rangkaian doa turut menyuarakan harapan agar Indonesia mengalami pemulihan dalam berbagai aspek kehidupan.
Sejumlah ungkapan doa menyebut gerbang kesembuhan, kedamaian, kelimpahan, dan berbagai hal baik bagi masyarakat. Doa disampaikan dalam tradisi iman Kristen dengan menyebut nama Yeshua HaMashiach, Ruach HaKodesh, Papa Yahweh, dan Tuhan Yesus.
Harapan tersebut mencakup kehidupan keluarga, masyarakat, serta masa depan bangsa. Para peserta diajak menempatkan doa sebagai bagian dari upaya memelihara pengharapan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Namun, kehidupan yang lebih baik juga memerlukan keterlibatan nyata masyarakat. Kepedulian terhadap sesama, kejujuran dalam menjalankan tanggung jawab, serta kesediaan membantu mereka yang membutuhkan merupakan tindakan yang dapat dilakukan untuk mendukung terciptanya kehidupan sosial yang lebih baik.
Dengan demikian, doa bagi bangsa tidak hanya menjadi ungkapan harapan, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab setiap orang untuk berbuat baik di lingkungan masing-masing.
Menjaga Persatuan Melalui Tindakan Nyata
Konser Doa untuk Bangsa dan Negara Indonesia mengangkat pentingnya membangun kehidupan berbangsa yang tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada integritas, moralitas, dan kepedulian sosial.
Doa bagi para pemimpin diharapkan sejalan dengan harapan agar mereka menjalankan amanah secara bijaksana, adil, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
Dalam perspektif iman Kristen, menjadi terang berarti menghadirkan nilai-nilai kebaikan melalui perkataan dan perbuatan. Iman tidak berhenti pada pengakuan, tetapi perlu terlihat dalam perilaku yang jujur, kepedulian terhadap orang lain, dan keberanian memperjuangkan kebenaran.
Semangat tersebut juga relevan dalam kehidupan berbangsa. Indonesia yang terdiri atas beragam suku, budaya, bahasa, dan keyakinan membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga persaudaraan tanpa menghilangkan perbedaan.
Melalui kegiatan ini, pesan “Bersama dalam Doa untuk Indonesia yang Lebih Baik” kembali menegaskan pentingnya memelihara harapan sekaligus mengambil bagian dalam mewujudkannya.
Seruan untuk bangkit dan menjadi terang sebagaimana tertulis dalam Yesaya 60:1 diharapkan tidak berhenti sebagai pesan rohani, tetapi menjadi dorongan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, membangun Indonesia yang lebih baik membutuhkan harapan, integritas, kepedulian, dan kesediaan untuk bekerja bersama. Doa dapat menguatkan pengharapan, sementara tindakan nyata menjadi salah satu wujud tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sumber : Indonesiasatu928.com
Reporter : Rt/rgy
