-->

iklan tengah artikel

no-style

Kuliah Lapangan mahasiswa prodi Teknik Sipil Universitas Langlangbuana Bandung tahun 2024

AESENNEWS.COM
Monday, May 27, 2024, 8:58:00 PM WIB Last Updated 2024-05-27T13:59:33Z
AESENNEWS.COM, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung, tahun 2024 ini mengadakan Kuliah Lapangan ke beberapa proyek antara lain proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris BBWS Citanduy dan Bandara Nusawiru serta proyek pembangunan Jembatan Sodongkopo Pangandaran. Diikuti oleh sekitar 40 mahasiswa/wi dari beberapa angkatan, rombongan berangkat jam 05.15 dari kampus Unla pada hari Senin tanggal 20 Mei 2024

Rombongan dipimpin oleh ketua prodi pak Ignatius Sudarsono dan disertai 5 orang dosen pembimbing yaitu pak Siegfried Syafier, bu Fauzia Mulyawati, pak Jeasy Sudrajat, bu Raisa Fadilah, dan pak Robby G. Yahya. Setelah beristirahat beberapa saat di rest area, rombongan tiba di proyek Bendungan Leuwikeris sekitar jam 11.30

Rombongan diterima secara resmi dan disambut hangat oleh kepala pengelola proyek yaitu pak Soni Senjaya Effendi sebagai Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) dan jajarannya. Penjelasan mengenai proyek yang disampaikan oleh pak Noviar sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dibantu oleh pak Rahmanu sebagai Supervisi dan salah seorang Tenaga Ahli Geologi, serta staf lainnya.

Dijelaskan bahwa bendungan Leuwikeris ini mulai dikerjakan pada tahun 2016, hingga saat ini sudah mencapai progres sekitar 90% dan diperkirakan akan selesai 100% tidak lama lagi dari saat ini pada tahun 2024 juga. Bendungan ini diharapkan dapat mengairi lahan Irigasi sekitar 11.000 Ha, mengurangi debit banjir sekitar 57 M³/detik dan menyediakan pasokan air baku sebesar 0,85 M³/detik. Penjelasan dilanjutkan dengan tanya jawab antara mahasiswa dan pihak proyek. Selain berfungsi menampung air untuk mengairi lahan Irigasi, bendungan diharapkan juga dapat berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik dan obyek wisata.

Sebelumnya pihak Unla diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutannya, Unla diwakili oleh pak Ignatius, terlebih dulu menjelaskan maksud dan tujuan Kuliah Lapangan tersebut yaitu memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat langsung struktur² teknik sipil di lapangan. Unla juga pernah membawa rombongan mahasiswa/wi beda angkatan ke proyek tersebut. 

Setelah tanya jawab, rombongan dijamu makan siang dan diberi kesempatan untuk meninjau langsung ke area proyek. 
Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung dari dekat suatu struktur bendungan secara real, sebagaimana yang didapat secara teori di kampus, para mahasiswa pun sempat berfoto ria dengan latar belakang bendungan yang belum seĺesai itu.
Acara dilanjut dengan pemberiàn plakat dan ucapan terima kasih dari pihak Unla kepada pengelola pihak proyek, akhirnya sekitar jam 14.00 rombongan meninggalkan lokasi dan melanjutkan perjalanan ke hotel untuk melepas lelah, yang berlokasi di area obyek wisata Pangandaran.

Keesokan harinya, setelah sarapan di hotel, rombongan melanjutkan perjalanan menuju bandara Nusawiru Pangandaran, yang diterima oleh kepala Bandara yaitu pak Hendra
Seperti biasanya, acara resmi penyambutan dan maksud tujuan Kuliah Lapangan, setelah itu acara dilanjut dengan penjelasan oleh pihak bandara tentang Bandara Nusawiru. Bandara yang berlokasi di kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran ini mulai beroperasi pada tahun 1996 ini dan dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, yang bertujuan untuk menunjang pariwisata di sekitar pantai Pangandaran seperti pantai Batu Hiu dan pantai Green Canyon.
Saat ini, Bandara Nusawiru dengan panjang landasan sepanjang 1500 meter, baru dapat di digunakan oleh pesawat² kecil, yang melayani rute² Pangandaran - Jakarta dan kota² besar lain. Dijelaskan juga bagian² dari suatu bandara. Seperti biasanya, mahasiswa juga diberi kesempatan bertanya dan meninjau langsung, meskipun ada beberapa bagian yg memang tidak diijinkan untuk ditinjau langsung karena terkendala peraturan yang berlaku. Acara diakhiri dengan foto bersama antara pihak staf bandara dan mahasiswa serta para pembimbing.

Sebelum acara makan siang dan rombongan kembali ke hotel, rombongan sempat meninjau proyek Jembatan Sodongkopo yang berlokasi tidak jauh Bandara. Jembatan sodongkopo dengan panjang jembatan 140 meter direncanakan selesai pada akhir tahun 2023 tetapi mengalami keterlambatan dan direncana ulang akan selesai pada tahun 2024 ini juga. Jembatan Sodongkopo, nantinya merupakan suatu jembatan pelengkung terpanjang di Jabar. Jembatan ini dianggarkan menelan biaya 72 M rupiah termasuk jalan di sekitarnya, yang berasal dari APBD Jabar.

Selesai meninjau Bandara Nusawiru dan Jembatan Sodongkopo, rombongan beristirahat untuk makan siang, kemudian kembali ke hotel dan malamnya makan malam di sebuah resto dekat pantai.

Rabu tanggal 22 Mei jam 11.00, rombongan kembali ke Bandung, makan siang di sebuah rumah makan sunda yang berlokasi di jalan raya Ciamis - Banjar, kemudian langsung ke Bandung dan tiba kembali di kampus Unla sekitar jam 19.00.
rgy (100.106/VII/2023)
Komentar

Tampilkan

  • Kuliah Lapangan mahasiswa prodi Teknik Sipil Universitas Langlangbuana Bandung tahun 2024
  • 0

Terkini

layang

.

social bar

social bar

Topik Populer

Iklan

Close x